Pulang Kuliah dari Surabaya ke Gresik Butuh Waktu 8 Jam!

Jum'at, 24 November 2017, mungkin menjadi salah satu pengalaman sekaligus pelajaran yang tidak akan pernah saya lupakan.

Biasanya saya pergi ke Surabaya dari Gresik (atau sebaliknya) hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam, namun pada pengalaman yang akan saya ceritakan ini, saya membutuhkan waktu 8 jam!

Bisa dibayangkan gimana capeknya...

Kejadian ini bermula ketika saya hendak pulang selepas hujan deras berhenti, dari Kampus C UNAIR Surabaya ke Gresik sekitar pukul 15.30 WIB.

Saya sering sekali pulang kuliah lewat Pacar Keling, menuju jalan depan Hi-tech Mall, Tugu Pahlawan, dan Kalianak untuk ke Gresik.

Namun pada waktu itu jalan (Mulyorejo sampai Kalijudan) menuju Pacar Keling banjir, maka saya putuskan untuk lewat Jl. Banyu Urip - Margomulyo.

Tak disangka, hal itu akan menjadi keputusan yang harus saya sesali.

Sesampainya di Jl. Banyu Urip, di sana sudah macet total. Baik motor maupun mobil nggak bisa gerak sama sekali. Kalau pun bisa, palingan cuma maju dikit, lalu berhenti lagi. Orang jalan kaki pun mungkin lebih cepat daripada orang-orang yang pake motor.
Pulang Kuliah dari Surabaya ke Gresik 8 Jam

Sampai Ishak saya masih tetap berjalan seperti siput menuju Margomulyo. Tak lama berselang, akhirnya saya sampai di Margomulyo.

Awalnya saya masih bisa zig-zag melewati truk yang berhenti, namun saya sampai di satu titik di mana saya sudah tidak bisa berjalan maju lagi.

Tepat di bawah jalan tol Margomulyo itu ternyata adalah sumber masalahnya. Di situ kalau hujan deras, bisa banjir hampir sepinggang (mungkin lebih) orang dewasa.

Nah ternyata, macetnya ini juga karena ada banyak pengendara motor yang berhenti di tengah jalan. Nggak berani lewat. Kalau ada motor yang maksain lewat pasti akan mogok karena kemasukan air. Lebih parahnya lagi bisa kelem!

Ealah niatan awal saya menghindari banjir, eh malah kena sumber banjirnya, batin saya dalam hati.

Hmm, terus mas cara melewatinya bagaimana?

Di sana saya dan pengendara yang lain menunggu sampai airnya surut kira-kira sedengkul. Lontang-lantung kayak orang bingung, mana baterai HP habis lagi.

Sempet ngobrol juga sama beberapa pengendara, mayoritas dari mereka adalah orang yang sudah bekerja, baru pulang dari kerja, dan hendak menuju ke Gresik sama seperti saya.

Kira-kira pukul 22.30 WIB, akhirnya saya memutuskan untuk mendorong motor Beat saya sampai melewati jalan yang kebanjiran itu daripada saya harus nginep dijalan.

Saya pilih mendorong motor saya karena khawatir mogok kalau dikendarai dalam kondisi mesin menyala. Kalau didorong kan kita juga bisa mencegah air masuk ke knalpot dan mengenai busi.

Setelah berjuang mendorong motor, akhirnya banjir terlewati juga, di depan saya sudah banyak orang nyetarter motor karena knalpotnya kemasukan air. Untung motor saya aman-aman saja, haha.

Perjalanan pulang selanjutnya terbilang cukup lancar, meskipun ada beberapa titik banjir lainnya, jalan raya di jl. Tambak Langon dan sebelum terminal Osowilangun.

Setelah kejadian itu, saya bener-bener kapok lewat jalan Banyu Urip ketika pulang kuliah. Saran saya bagi kamu yang baca artikel ini, jangan pernah pulang lewat jalan Banyu urip sampai Margomulyo ketika Surabaya habis hujan deras.

Lha masak iya dari Surabaya ke Gresik saja membutuhkan waktu 8 jam. Saya sampai rumah kira-kira pukul 23.30 WIB.

Bisa dibilang dalam satu hari itu Surabaya lumpuh total, banyak saluran televisi yang menyiarkan kejadian ini pada hari itu, dan keesokan harinya.

0 Response to "Pulang Kuliah dari Surabaya ke Gresik Butuh Waktu 8 Jam!"