Fungsi, Jenis, Bagian, dan Cara Menggunakan Mikropipet yang Benar

Kembali lagi dalam sesi artikel alat laboratorium kimia. Kali ini saya akan membahas tentang Mikropipet (Micropipette).

Saya sangat sering menggunakan alat ini karena basis penelitian saya adalah Biokimia. Jadi semua yang saya lakukan nggak akan jauh-jauh dari penggunaan Mikropipet ini.

Saya pun selalui diwanti-wanti sama Dosen pembimbing saya agar tidak salah dalam menggunakan Mikropipet karena itu akan sangat berdampak pada hasil penelitian kita.

Meskipun terlihat sepele, namun masih banyak Mahasiswa yang hendak melakukan penelitian kurang mengerti cara menggunakan Mikropipet dengan benar.

Yah, sebenarnya wajar sih karena dulu saya juga seperti itu, nggak tau apa-apa. Megang aja tremor, haha.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui semua hal yang berkaitan dengan Mikropipet, khususnya langkah-langkah yang benar dalam menggunakan alat ini.

Agar lebih mudah memahami Mikropipet lebih dalam, ada baiknya kamu mengetahui beberapa hal di bawah ini.

Fungsi Mikropipet

Sama halnya dengan pipet ukur atau pipet volume, Mikropipet digunakan untuk memindahkan larutan atau cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, namun dengan volume yang sangat kecil (hingga 1 ml).

Jumlah volume pengambilannya dapat diatur sesuai keinginan selama masih dalam range volume Mikropipet tersebut.

Penggunaan pipet ukur di bawah 1 ml tidak memiliki akurasi yang tinggi sehingga peneliti cenderung menggunakan Mikropipet yang mempunyai akurasi dan presisi yang lebih baik.

Kalau kamu melakukan penelitian dalam bidang Mikrobiologi atau Biokimia, kamu akan sangat sering menggunakan Mikropipet ini.

Misalnya digunakan saat menambahkan inokulum dalam media, sampling, atau uji aktivitas enzim yang menggunakan sampel/reagen dengan jumlah yang sedikit.

Jenis Mikropipet

Beberapa jenis mikro pipet dibedakan berdasarkan jumlah volume larutan yang bisa diambil, adapun jenis Mikropipet yang saya ketahui dan pernah pakai adalah sebagai berikut:
Fungsi, Jenis, Bagian, dan Cara Menggunakan Mikropipet

Mikropipet P20
Merupakan jenis Mikro Pipet dengan range volume pengambilan larutan paling kecil yaitu 2 - 20 µL

Mikropipet P200
Merupakan jenis Mikro Pipet dengan range volume pengambilan larutan yaitu 20 - 200 µL

Mikropipet P1000
Merupakan jenis Mikro Pipet dengan range volume pengambilan larutan paling tinggi yaitu 100 - 1000 µL

Setiap jenis Mikro Pipet di atas mempunyai Tip dengan ukuran yang berbeda-beda, seperti yang kamu lihat pada gambar di bawah ini.
Jenis Tip Mikropipet

Tip berwarna kuning digunakan untuk Mikropipet 20 - 200 µL, sedangkan Tip berwarna biru digunakan untuk Mikropipet 100 - 1000 µL.

Ada satu lagi Tip tidak berwarna (transparan), kecil dan ramping, tapi nggak ke foto, hehe. Itu digunakan untuk Mikropipet 2 - 20 µL

Bagian-Bagian Mikropipet

Mikropipet mempunyai beberapa bagian penting diantaranya :
  1. Tombol penekan (plunger button), berfungsi untuk menarik larutan atau cairan ke dalam Tip.
  2. Tombol pengaturan volume, berfungsi untuk mengatur jumlah volume larutan yang hendak diambil. Pengaturan ini juga bisa dilakukan dengan cara memutar tombol penekan.
  3. Tombol Tip ejektor (tip ejector button), berfungsi untuk melepaskan Tip setelah selesai digunakan.
  4. Skala volume, bagian yang menunjukkan angka/ volume pengambilan cairan sesuai keinginan.
  5. Ujung batang (shaft) Mikropipet, adalah tempat untuk memasang Tip. Selain itu juga berfungsi sebagai penghubung antara Mikropipet dan Tip.
  6. Tip (bagian terpisah Mikropipet), berfungsi untuk menampung larutan atau cairan yang dipipet. Pemilihan tip sangat penting untuk meminimalisir ketidakuratan dalam pemipetan. Penggunaan tip sebaiknya disesuaikan dengan merek yang sama dengan pipetnya karena tidak semua Mikropipet cocok dengan semua tip yang tersedia.

Cara Menggunakan Mikropipet yang Benar


1. Pengaturan Volume
Pertama-tama, atur volume larutan yang hendak diambil dengan cara memutar-mutar bagian kepala pipet dan perhatikan angka yang tercantum pada bagian tengah Mikropipet.

Perhatikan bahwa ada jenis Mikropipet 1000 µl yang hanya menunjukkan tiga angka. Contoh kalau kamu mau ambil 800 µl, skalanya menunjukkan angka 080 atau 1000 µl ditunjukkan dengan angka 100.

2. Pemasangan Tip
Selanjutnya, pasang Tip sesuai ukuran. Biasanya Tip sudah diletakkan dalam wadahnya untuk memudahkan pengambilannya.

Dari beberapa informasi yang saya baca, pemasangan Tip yang baik sebenarnya dengan cara diputar-putar (ketika Tip dalam wadah), bukan diketukkan (tak tak tak) di wadah, atau dipasang langsung dengan tangan.

Tapi saya biasanya tidak melakukan hal itu karena terburu-buru. Nggak ngikutin aturan yang benar sedikit nggak papa lah ya, hehe.

3. Pemegangan
Selanjutnya pegang Mikropipet, kamu harus mengetahui cara memegangnya dengan benar. Posisi tangan ibarat tombol like Facebook, kira-kira seperti gambar di bawah ini:
Cara Menggunakan Mikropipet yang Benar

4. Pengambilan dan Mengeluarkan Larutan
Tekan penyedot sampai hambatan pertama (jangan dilepas), ingat jangan sampai menekannya lebih dalam lagi karena jumlah mengambilan larutannya akan berbeda.

Sejauh yang saya ketahui, ada beberapa brand (merek) ternama yang menjual Mikropipet, salah satunya Thermo Scientific, Fischerbrand, dan Gilson.

Dari pengalaman saya pakai, Mikropipet merek Thermo dan Fischerbrand sangat halus ketika ditekan, pertama kali nyoba pasti berasa nggak enak banget.

Kalau Gilson, Mikropipet-nya lebih berat ketika ditekan. Tapi bagi pemula, Mikropipet ini mungkin lebih enak dipakai padahal enakan yang Thermo Scientific.

Jadi harap berhati-hati.

Selanjutnya, celupkan/masukkan Tip pada larutan yang hendak diambil.

Lepaskan jempol dari tombol penekan secara perlahan dan tahan Mikropipet beberapa saat untuk memastikan cairan terambil sempurna (tidak ada gelembung).

Jangan terburu-buru untuk menarik bagian ujung Tip keluar larutan untuk menghindari tidak sempurnanya pengambilan larutan.

Lamanya pendiaman beberapa saat ini juga bergantung pada viskositas (kekentalan) larutan. Larutan yang mempunyai viskositas lebih tinggi seperti Minyak mungkin akan membutuhkan waktu pendiaman lebih lama (beberapa detik).

Pindahkan larutan ke dalam wadah lainnya dengan cara menekan tombol penekan sampai hambatan kedua (tekanan penuh).

Tekan tombol ejektor untuk melepasakan Tip yang terpasang di Mikropipet.

Terakhir, kembalikan skala volume ke yang paling kecil setelah selesai menggunakan agar pir tombol penekan Mikropipet tidak cepat rusak.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Mikropipet

Agar Mikropipet terawat, tidak cepat rusak, dan pemakainnya maksimal perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini:
  1. Bersihkan Mikropipet sebelum dan sesudah pemakaian dengan menggunakan alkohol.
  2. Sterilkan komponen Mikropipet yang dapat disterilkan dengan menggunakan Autoclave. Wajib kalau kamu bekerja dengan bakteri.
  3. Jangan memainkan atau menggunakan Mikropipet jika Tip tidak terpasang. Saking asiknya kadang-kadang kita nggak sadar. 
  4. Gantilah Tip baru setiap berganti sampel. Jangan menggunakan Tip bekas untuk sampel yang berbeda karena dapat menyebabkan kontaminasi.
  5. Jangan menggunakan Mikropipet melebihi ukuran maksimalnya karena dapat menyebabkan ketidakakuratan volume pengambilan.
  6. Pastikan Tip sudah terpasang dengan baik agar tidak jatuh setiap saat. Nggak lucu juga kan ya ketika kita mipet eh tiba-tiba Tip-nya jatuh ke dalam larutan kita, hehe.
  7. Ketika menekan tombol Mikropipet jangan melebihi penghentian normalnya (pertama) karena larutan yang diambil menjadi berlebih seperti yang sudah saya jelaskan di atas.
  8. Saat mengambil larutan sampel jangan melepas tombol penekan secara tiba-tiba karena akan menyebabkan ketidakakuratan volume pengambilan.
  9. Jangan menaruh pipet sembarangan saat masih ada larutan dalam Tip di ujung pipet karena larutan dapat masuk ke dalam pipet dan menyebabkan kontaminasi.
  10. Dan lain-lain
Demikianlah Fungsi, Jenis, Bagian, dan Cara Menggunakan Mikro Pipet yang Benar, terima kasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat...

Referensi: http://lansida.blogspot.co.id/2010/10/cara-menggunakan-micropipet.html

Baca juga: Prinsip, Fungsi, dan Cara Menggunakan Centrifuge yang Benar Agar Tidak Rusak

1 Response to "Fungsi, Jenis, Bagian, dan Cara Menggunakan Mikropipet yang Benar"

  1. saya dpt trik dr bbrp lab untuk menghindari gelembung saat mengeluarkan cairan dr tip, jika ingin memindahkan cairan yang sama berulangkali. trik pertama, tekan sampai hambatan kedua saat menyedot cairan dan hanya tekan sampai hambatan pertama saat mengeluarkan cairan, begitu seterusnya. trik kedua, tekan sampai hambatan kedua saat menyedot cairan dan hanya tekan sampai hambatan pertama saat mengeluarkan cairan, berikutnya tekan sampai hambatan pertama saat menyedot cairan dan hanya tekan sampai hambatan pertama juga saat mengeluarkan cairan. bagaimana pendapat agan soal trik ini? benar ga ya kalau saya adopsi triknya? tq.

    ReplyDelete