Apa Yang Terjadi Ketika Racun Kedaluwarsa? Apakah Semakin Beracun, Kurang Beracun Atau Malah Menjadi Tidak Beracun?

Dalam sebuah situs tanya-jawab bernama Quora, ada pertanyaan yang menarik perhatian saya untuk mencari tau informasinya dan tentu saja menjawabnya. Pertanyaan seperti ini...

"Jika sebuah racun (misalkan sianida) kedaluwarsa, apakah racun tersebut akan semakin beracun, netral, atau malah yang lainnya?"
Hal yang terjadi saat racun telah kadaluarsa

Jujur saja, ini pertanyaan yang sulit dijawab karena bergantung pada beberapa faktor, yaitu apa jenis racunnya? seberapa banyak dosisnya? dan bagaimana cara menyimpannya (udah dibuka/belum)?

Oleh karenanya, saya hanya bisa menjawabnya dengan jawaban yang umum dan tidak masuk pembahasan spesifik kimianya agar mudah dipahami khalayak banyak.

Racun Organik Yang Kedaluwarsa

Banyak racun organik seperti insektisida dan herbisida yang paling umum rusak dari waktu ke waktu dan akhirnya kehilangan kemampuan toksisitas.

Mereka menjadi kurang beracun, artinya kamu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk membuatnya cepat bereaksi, tetapi kamu harus menunggu bertahun-tahun setelah kedaluwarsa sebelum ia dapat dikatakan tidak beracun sama sekali.

Tetapi ada juga beberapa racun organik memiliki tanggal kedaluwarsa karena alasan yang sebaliknya. Mereka rusak, tetapi mereka terurai menjadi zat yang lebih beracun.

Racun Anorganik Yang Kedaluwarsa

Berbeda dengan racun organik, racun anorganik seperti arsenik atau senyawa merkuri cenderung tidak terurai.

Mereka memiliki tanggal kedaluwarsa karena mereka menyerap kelembaban dari udara dan berubah bentuk secara kimia.

Itu membuat mereka semakin sulit untuk digunakan dan itu juga berarti mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja.

Racun yang pada awalnya bisa membunuh makhluk hidup dalam beberapa jam saja bila tidak ditangani segera, mungkin menjadi butuh berhari-hari atau berbulan-bulan.

Ironisnya, bentuk arsenik yang diubah secara kimiawi sering kali lebih mematikan meskipun hanya menggunakan dosis yang lebih kecil.

Pernah mengikuti kasus pembunuhan Munir, ndak? Yaa, contohnya seperti kasus itu, hanya dengan hitungan jam, dia dinyatakan meninggal dunia setelah pesawatnya mendarat di bandara Schipol Amsterdam.

Sama halnya sianida, racun yang digunakan membunuh Mirna, banyak juga jenis sianida yang bereaksi menjadi senyawa beracun anorganik atau organik.

Hanya saja, jika memakai dosis yang kecil, ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bereaksi dengan tubuh korbannya, begitu pula sebaliknya.

Kesimpulan

Suatu produk yang mengandung bahan kimia yang telah kedaluwarsa, dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya apalagi jika dikonsumsi oleh tubuh manusia. Tidak usah aneh-aneh mencoba eksperimen lah ya.

Jadi jawabannya adalah, racun bisa menjadi kurang beracun, bisa menjadi lebih beracun, tetapi racun tetaplah beracun.

Racun tersebut bisa dianggap netral jika dapat diurai baik secara fisik atau biologis dengan bantuan mikroorganisme sebagai agen biodegradasi (misalnya) untuk menghilangkan kemampuan toksisitasnya agar ramah dibuang ke lingkungan.

Baca cara menangani limbah di sini: Cara Penanganan dan Pengolahan Limbah Kimia Laboratorium

0 Response to "Apa Yang Terjadi Ketika Racun Kedaluwarsa? Apakah Semakin Beracun, Kurang Beracun Atau Malah Menjadi Tidak Beracun?"